Sabtu, 20 Agustus 2016

Pelayanan Rutin KB Implan untuk Masyarakat Kedungadem


By on 08.42.00


Kedungadem-Kontrasepsi (KB) implan adalah tube fleksibel sekitar 40 mm yang dimasukkan di bawah kulit lengan atas. KB implan menghentikan pelepasan sel telur dari indung telur dengan melepaskan progesteron secara lambat ke dalam tubuh. Progesteron mempertebal mukus serviks dan mempertipis rahim. Hal ini akan menyulitkan sperma untuk bergerak melalui serviks dan untuk mempersulit rahim menerima telur yang dibuahi. UPT BPPKB Kecamatan Kedungadem bekerja sama dengan KKB Kedungadem (Puskesmas Kedungadem) memberikan pelayanan rutin pemasangan KB Implan bagi warga masyarakat Kedungadem. 
Pada Bulan Agustus 2016 telah dilaksanakan 2 kali pelayanan yaitu pada tanggal 10 Agustus 2016 sebanyak 50 orang terlayani dan pada tanggal 18 Agustus sebanyak 70 orang terlayani.
Pelayanan diberikan secara cuma-cuma (gratis) tanpa syarat apapun. Calon akseptor cukup mendaftar pada Kader KB dan datang langsung ke Puskesmas sesuai jadwal yang telah ditentukan untuk mendapatkan pelayanan.
Kelebihan penggunaan KB Implan adalah :

  • dapat bekerja sampai 3 tahun
  • implan tidak menginterpusi hubungan seks (jadi cairan sperma dapat dikeluarkan di dalam vagina)
  • merupakan pilihan yang tidak menggunakan basis estrogen
  • tidak perlu mengingat minum obat KB setiap hari
  • implan aman digunakan ketika menyusui
  • kesuburan dapat kembali normal sesegera mungkin setelah implan dicabut
  • menawarkan proteksi melawan radang panggul juga terhadap kanker kandungan
  • implan dapat mengurangi periode yang berat atau periode yang nyeri setelah penggunaan selama setahun
  • setelah implan dimasukkan, Anda dapat beraktivitas dengan normal
sedangkan kekurangan KB implan adalah :
  • sekitar 20% wanita yang menggunakan implan tidak mengalami menstruasi
  • sekitar 50% mengalami menstruasi yang jarang atau berkepanjangan
  • terdapat efek samping seperti: nyeri kepala, jerawat, mual, perubahan mood
  • beberapa obat mengurangi efektivitas KB implan: obat HIV, epilepsi, obat komplementari, antibiotik rifabutin dan rifampisin
  • pada kasus yang jarang, tempat masuk KB implan dapat terinfeksi. Jika hal ini terjadi area tersebut dibersihkan dan diberikan antibiotik.